8 Agenda Perjuangan PKS untuk Indonesia yang Lebih Baik

Mengokohkan Kepemimpinan Nasional

Indonesia akan kuat dengan pemimpin yang berkualitas.

Strategi:

  1. Menyelenggarakan proses kaderisasi kepemimpinan yang berintegritas dan berkarakter.
  2. Mendorong lahirnya kepemimpinan pusat dan daerah yang andal/mumpuni dan telah teruji di lapangan
  3. Melahirkan pemimpin yang memberikan teladan dalam keunggulan moral, kejujuran, kesederhanaan, profesional dan keberanian melakukan perubahan dengan semangat ke-Indonesiaan, ke-Islaman dan kemajuan peradaban.

Inisiatif Strategis

  1. Memperkuat peran dan fungsi partai politik dalam menumbuhkan kader bangsa yang unggul melalui kebijakan reformasi kepartaian (good party governance).
  2. Membangun dan mengokohkan sekolah kepemimpinan strategis nasional/kader bangsa di pusat dan daerah.
  3. Membangun dan mengokohkan Lembaga Kajian Kebangsaan dan Keagamaan dalam rangka memantapkan ideologi bangsa yang relijius.
  4. Memperkuat pembinaan kepemimpinan generasi muda melalui Pramuka, Karang Taruna dan ormas lainnya.

Menegakkan Kedaulatan Bangsa

Indonesia yang berdaulat penuh, tidak ‘terjajah’ oleh bangsa asing.

Strategi:

  1. Melaksanakan UU Pertanahan secara konsisten yang mengatur kepemilikan atas tanah/lahan (land reform).
  2. Melaksanakan secara konsisten UU Minerba dalam rangka optimalisasi pengelolaan sektor sumber daya alam.
  3. Mengembalikan kedaulatan sektor telekomunikasi kepada negara
  4. Mengembalikan kedaulatan sektor perkebunan kepada negara
  5. Melaksanakan secara konsisten UU Ketenagakerjaan melalui rasionalisasi penerimaan tenaga kerja asing.

Inisiatif Strategis:

  1. Membangun angkutan laut/pelayaran menjadi tulang punggung sistem logistik nasional.
  2. Mendistribusikan pengelolaan 10 juta ha lahan produktif untuk rakyat.
  3. Mengembalikan kepemilikan inti dan plasma perkebunan kepada rakyat dengan rasio menuju 20:80
  4. Membatasi kepemilikan luas lahan secara adil dan proporsional oleh swasta dan asing.
  5. mengambil alih kewenangan kontrol ruang udara NKRI di atas wilayah udara Natuna dan sekitarnya.
  6. Mengembalikan lokasi penyimpanan data kependudukan ke dalam wilayah NKRI.
  7. Pemilihan gubernur melalui DPRD dalam rangka penguatan peran pemerintah pusat di daerah dan pengokohan NKRI.

Membangun Ekonomi Berkeadilan

Kemakmuran dan kesejahteraan menyeluruh, bukan semata dimiliki oleh orang kaya.

Strategi:

  1. Transformasi sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan dan pertambangan guna melipatgandakan pendapatan petani dan nelayan
  2. Mendongkrak daya saing industri nasional melalui penguatan Sistem Inovasi Nasional, yang mendukung pertumbuahan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan.
  3. Membangun sektor yang mempunyai daya ungkit tinggi yang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis SDM, Iptek, Seni dan Budaya
  4. Mewujudkan pembangunan berkelanjutan dengan menciptakan harmoni kehidupan masyarakat dengan lingkungan hidup.

Inisiatif Strategis:

  1. Membangun dan merevitalisasi kawasan industri paling sedikit 300 kawasan
  2. Membangun 300 kawasan tekno (agro dan mina) politan.
  3. Menguatkan integrasi inovasi dan industri dengan membentuk Kementerian Perindustrian dan Inovasi.
  4. Membangun dan menguatkan industri agro dan kelautan serta industri pertambangan sebagai bahan baku hulu (logam, plastik, serat sintesis) melalui hilirisasi industri.
  5. Pengembangan paling sedikit 100 klaster industri kreatif berbasis UMKM dengan kontribusi minimal 9% terhadap PDB.
  6. Mengembangkan bisnis online berbasis UMKM menuju 12% dari total UMKM.
  7. Mengembangkan 50 destinasi pariwisata unggulan nasional, untuk mampu berkontribusi 5% terhadap PDB.

Menegakkan Wibawa Bangsa

Indonesia yang disegani dan mampu bersuara dan bersikap tegas di forum Internasional.

Strategi:

  1. Merevitalisasi politik bebas aktif dan meningkatkan kemampuan diplomasi luar negeri, serta terlibat aktif dalam penyelesaian permasalahan kemanusiaan di dunia termasuk Palestina, Rohingya, dll.
  2. Meningkatkan prestasi olahraga di kancah regional dan internasional
  3. Meningkatkan profesionalitas TNI, peningkatan anggaran militer dan modernisasi alutsista untuk pertahanan dan kedaulatan di perbatasan darat, laut dan udara.
  4. Memperkuat pertahanan-keamanan nasional yang bersifat nir-militer seperti pertahanan dari krisis ekonomi, ancaman virus, krisis air, energi, pangan, perang dagang dan mata uang.

Inisiatif Strategis:

  1. Meningkatkan MEF-Kekuatan Pokok Minimum alutsista nasional menuju 80%
  2. Menjuarai SEA Games; 5 besar Asian Games, juara Piala Thomas-Uber.
  3. Meningkatkan kualitas dan perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri. Mengurangi pengiriman tenaga kerja tak terlatih (unskill), membatasi TKA domestik.
  4. Mengokohkan industri dirgantara dan maritim.
  5. Memantapkan politik bebas aktif di panggung dunia, sebagai pelopor event-event strategis internasional.

Membangun Kemandirian Pangan dan Energi

Indonesia yang kaya sumber daya alam dan energi tak boleh bergantung dari impor.

Strategi:

  1. Meningkatkan kemandirian pangan, melalui pengokohan sistem produksi pertanian, penyediaan modal, benih, pupuk, dan peralatan yang terjangkau, serta membenahi tata niaga hasil pertanian.
  2. Meningkatkan ketahanan energi nasional melalui intensifikasi dan diversifikasi sumber-sumber energi baru, terutama energi baru dan terbarukan, efisiensi dalam pengolahan dan pemanfaatan, serta pembangunan infrastruktur energi secara terencana, berkualitas dan kondusif bagi tumbuhnya industri nasional.

Inisiatif Strategis:

  1. Swasembada beras, jagung, unggas dan kambing.
  2. Membangun infrastruktur dasar dan irigasi termasuk 50 bendungan, serta perluasan lahan pertanian.
  3. Menghentikan alih fungsi lahan produktif ke peruntukan lainnya.
  4. Mereformasi tata kelola BUMN di bidang energi dan meningkatkan kesiapan rantai pasok industri energi dalam negeri.
  5. Merevitalisasi dan membangun kilang minyak menuju 1,5 juta barel per hari.
  6. Meningkatkan eksplorasi pencarian cadangan migas dan lifting minyak menuju 1,2 juta barel per hari.
  7. Mewujudkan akses listrik bagi rakyat Indonesia, dengan rasio elektrifikasi nasional menuju 100%.

Menciptakan Politik Anggaran yang Sehat

Manajemen anggaran yang terus berbenah dan tak terjebak dalam pusaran utang luar negeri.

Strategi:

  1. Menetapkan anggaran secara seksama, diselaraskan dengan kondisi ekonomi serta target embangunan yang hendak dicapai, sehingga bisa meminimalisir utang. Kebijakan penganggaran dalam APBN harus bersifat baseline-budget. Ke depan, diharapkan penggunaan utang harus berbasis proyek (underlying project), sehingga utang yang ditarik dapat menjadi aset negara.
  2. Mendorong pengelolaan SDA pertanian, kelautan dan kehutanan secara efektif, efisien dan berkelanjutan agar menjadi sumber pendapatan baru yang potensial dan mengurangi ketergantungan anggaran terhadap utang.
  3. Menaikkan rasio pajak secara progresif untuk wajib pajak besar.

Inisiatif Strategis:

  1. Menaikkan rasio pajak 15%, melalui optimalisasi penarikan pajak dan penerapan pajak progresif khususnya untuk pembayar pajak besar.
  2. Meningkatkan penerimaan negara melalui sumber-sumber penerimaan baru (industri dan jasa)
  3. Mengurangi laju pertumbuhan utang lebih kecil dari pertumbuhan ekonomi nasional, serta mewujudkan keseimbangan primer yang positif.
  4. Mengurangi utang luar negeri dan menggantikannya dengan sumber-sumber dalam negeri lainnya.

Penegakan Hukum yang Adil dan Melayani Masyarakat

Indonesia yang demokratis, dengan penegakan hukum yang adil dan bersih, serta melindungi dan melayani masyarakat.

Strategi:

  1. Menegakkan hukum secara adil, tidak tebang pilih dan tidak menjadi “alat” kekuasaan.
  2. Menguatkan aparat penegak hukum yang berwibawa dan mengayomi masyarakat.
  3. Mempercepat reformasi birokrasi secara nyata, untuk membentuk aparatur pemerintahan yang bersih, profesional dan melayani.
  4. Membangun perilaku antikorupsi dan budaya antikorupsi.
  5. Mempercepat konsolidasi demokrasi.

Inisiatif Strategis:

  1. Menguatkan kelembagaan Komisi Yudikatif (KY) dan Mahkamah Agung (MA) dalam membangun sistem peradilan yang adil dan tidak tebang pilih.
  2. Meningkatkan skor Indeks Persepsi Korupsi menuju angka 55 dan termasuk 50 negara terbersih di dunia dengan menerapkan hukuman maksimal dan memiskinkan koruptor.
  3. Memperkuat lembaga bantuan hukum masyarakat yang tidak mampu dalam rangka meningkatkan keadilan hukum bagi masyarakat.
  4. Konsolidasi demokrasi melalui  reformasi kepartaian dengan penerapan good party governance, dan peningkatan bantuan keuangan partai yang transparan dan akuntabel untuk mencapai Indeks Demokrasi Indonesia menuju angka 80.
  5. Meningkatkan reformasi birokrasi melalui peningkatan kualitas pelayanan publik mencapai Indeks Kepuasan Masyarakat menuju nilai 80.

Membentuk Generasi yang Berkarakter dan Kuat

Menciptakan generasi masa depan yang berkarakter, kreatif, komunikatif, kolaboratif dan berkualitas.

Strategi:

  1. Membangun sistem pendidikan nasional yang mengedepankan pembentukan karakter bangsa (8 karakter utama: relijius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan aturan tata tertib, mandiri, bermanfaat).
  2. Mengembangkan potensi dan kompetensi generasi muda melalui pembinaan mental-spiritual, peningkatan ilmu dan keterampilan, kewirausahaan, pengembangan seni-budaya dan olahraga, serta penguatan sikap kritis dan kepeloporan.
  3. Membangun kembali kehidupan beragama yang moderat dan toleran.
  4. Membangun Sistem Kesehatan Nasional yang komprehensif dan integratif.

Inisiatif Strategis:

  1. Mengefektifkan pendidikan karakter cerdas dan taqwa, serta program bela negara di setiap jenjang pendidikan.
  2. Menyelenggarakan wajib belajar 12 tahun yang berkualitas secara merata dan konsisten melalui dukungan tenaga guru dan sarana-prasarana pendidikan.
  3. Membentuk Komisi Pendidikan Nasional, sebagai lembaga pendidikan independen yang mengawal dan mengawasi mutu pendidikan nasional.
  4. Membangun sistem untuk memastikan, agar Komisi Penyiaran Indonesia menjadi lembaga yang mampu mengawal terpenuhinya muatan pendidikan di seluruh media siar.
  5. Memastikan cakupan Jamkesmas mencapai 100% melalui subsidi kesmas minimal 50 triliun rupiah untuk penanggungan biaya pelayanan dasar Kelas 3.
  6. Meningkatkan peran aktif PKK/Posyandu di seluruh Indonesia untuk perbaikan kesehatan ibu dan anak.
  7. Mewujudkan Indonesia bebas narkoba dengan memperketat pengawasan dan penerapan hukuman mati bagi pengedar narkoba.
  8. Menerapkan standar minimal kesehatan lingkungan di setiap desa di seluruh Indonesia.
  9. Menerapkan strategi penanggulangan kemiskinan komprehensif untuk penurunan angka kemiskinan menuju 8%.
  10. Membangun basis pengembangan ekonomi rakyat pedesaan menuju minimal 1 entitas ekonomi terintegrasi per desa
  11. Membangun Sistem Panti Asuhan Terpadu bagi anak-anak miskin/terlantar minimal 1 per kota/kabupaten.
 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar