Saat Kita Harus Memilih


بسم الله الرحمن الرحيم

Yahya bin Mua’adz pernah mengatakan :


: “ترك لذات الدنيا المحرمة شديد ، ولكن فوات الجنة أشد”


“Meninggalkan kelezatan dunia yang diharamkan itu merupakan sesuatu yang berat. Namun kehilangan surga jauh lebih berat lagi.”


Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda :


حُجِبَتْ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ وَحُجِبَتْ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ


“Neraka diliputi oleh syahwat sedangkan surga diliputi oleh sesuatu yang tidak disukai.” (Muttafaq ‘Alaih dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu)


Maksud dari sabda beliau -shallallahu alaihi wasallam- bahwa surga diliputi oleh sesuatu yang tak disukai adalah karena beratnya beban yang harus dipikul oleh seorang perindu surga. Dia dituntut untuk melaksanakan ketaatan serta bersabar dan ridho terhadap pahit manisnya takdir Allah.


Sementara untuk masuk ke dalam neraka tidak demikian, siapa saja boleh masuk. Cukup lakukan apa yang diinginkan hawa nafsu sepuas-puasnya. Terjang semua larangan dalam kamus syariat. Tak perlu sholat, tak perlu puasa dan lainnya.

Ringkasnya Bebas, Freedom tanpa kekangan…


Seperti apa yaa gambarannya?


Simak jawabannya dalam Al-Qur’an :


وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ


“Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. Dan jahannam adalah tempat tinggal mereka”. (QS. Muhammad : 12)


ذَرْهُمْ يَأْكُلُوا وَيَتَمَتَّعُوا وَيُلْهِهِمُ الْأَمَلُ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ


“Biarkanlah mereka (di dunia ini) makan dan bersenang-senang dan dilalaikan oleh angan-angan (kosong), maka kelak mereka akan mengetahui (akibat perbuatan mereka)”. (QS. Al Hijr : 3)


Semoga renungan ini bermanfaat

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar