Kyai NU di Tatsqif PKS

PKS Pringsewu :] – Ada kenangan tersendiri bagi kader-kader PKS di Ambarawa terhadap Almarhum Kyai Afif Al Hafiz, pengasuh Pondok Pesantren Tahsinussibyan Gondoriyo Jambu. Beliau sudah seperti menjadi langganan menjadi pemberi materi pada kegiatan-kegiatan PKS di Dapil tersebut, seperti pada tatsqif dan mabit. Alhamdulillah di tengah kekhawatiran arus deras pragmatisme, sampai akhir hayatnya beliau tetap istiqomah di jalan dakwah bersama kader-kader PKS.

Meski ada banyak Kyai dari kultur NU yang dekat dengan PKS, namun ada keunikan tersendiri dalam interaksi beliau dengan para kader. Beliau bukan berasal dari kultur NU yang telah berinteraksi dengan pendidikan modern, bahkan bisa dikatakan masih dengan pemahaman NU kluthuk, juga tidak memiliki latar belakang lintas mazhab, tak juga bersentuhan dengan Tarbiyah. Tetapi semangat beliau terhadap persoalan keumatan yang tinggi, menjadi jembatan yang mendekatkan beliau dengan PKS, ada kesamaan chemistry yang menjadi jembatan perekat dengan kader-kader PKS.

Kini menantu almarhum, Kyai Tohir melanjutkan kebersamaan beliau dalam kegiatan-kegiatan dakwah bersama jamaah ini. Meski usianya masih muda, tetapi memiliki kapabilitas dan semangat yang tidak kalah dengan beliau, juga memiliki chemistry yang serupa dengan Sang Bapak.

Begitulah umat ini, di antara berbagai persoalan berat yang dihadapinya, kebersamaan seringkali menjadi sesuatu yang mahal. Apa yang telah digariskan di jamaah ini, bekerjasama terhadap perkara yang disepakati dan memaafkan terhadap perkara yang diperselisihkan bisa menjadi jembatan terhadap permasalahan ini, dengan tetap menghargai usaha-usaha ilmiah untuk mencari kebenaran yang hakiki, atas dasar cinta dan kasih sayang karena Allah.

Apalagi permasalahan yang menyangkut sesama umat, diperlukan sikap yang bijak untuk mencari solusi dengan tetap terjaganya persaudaraan di antara mereka. Sebuah kerinduan akan terwujudnya ukhuwah berhadapan dengan ujian yang menghadangnya. Keragaman tetap merupakan sebuah keniscayaan yang tak mungkin dihindari, tetapi juga tak mungkin memendamnya tanpa solusi. Agar di antara keragaman ini, mereka bisa merasa nyaman berada bersama jamaah ini, dalam hubungan yang konstruktif.

sumber :   [mustaqim/fauzi/pkskabsemarang.org]

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar