Pekerjaan Pandu keadilan

Sistem pandu dalam Jamaah merupakan pengembangan dari kelompok rihlah. Jihad dalam Islam harus dimunculkan dalam bentuknya yang konkret, yakni dengan menyiapkan para pemuda yang haus akan aktivitas dan gerakan demi memperjuangkan Islam, yang di tangan mereka ide tentang jihad dalam Islam dapat terwujud.

Pandu dalam ketentaraan (asykariyah) pada umumnya adalah seorang prajurit (jundi) yang terpilih karena keberaniannya dan kepandaiannya. Di samping pandu dalam peperangan ada juga pandu perdamaian – orang pada masa damai melakukan pekerjaan yang menghendaki baik keberanian maupun akal – mereka adalah perintis dalam gerakan dakwah jihadiyah. Dalam buku Lord baden powel dijelaskan bahwa para pemburu, para penyelidik, para penyebar agama dan polisi adalah pandu perdamaian. Mereka tahu bagaimana caranya hidup di dalam rimba. Dimana-mana mereka dapat menemukan jalan serta dapat membaca arti dari tanda-tanda dan bekas-bekas jejak kaki. Mereka tahu bagaimana menjaga kesehatan, sedangkan mereka jauh dari dokter. Mereka kuat dan berani, bersedia menghadapi bahaya dan menyukai tolong-menolong. Mereka biasa hidup mandiri dan bertindak tidak ragu-ragu (tegas). Mereka mengorbankan baik harta, jiwa, kenikmatan serta apa yang mereka ingini, guna dapat melaksanakan pekerjaan mereka itu. Mereka bertindak demikian karena itulah kewajiban mereka.

Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. 3:92)

Hidup sebagai ghuraba (pengembara) adalah hidup yang indah, tetapi cara hidup yang demikian tidaklah dapat dijalankan kecuali dengan menyiapkan diri terlebih dahulu.

Memandu adalah hidup yang berguna bagaimanapun juga. Seorang ahli ilmu pengetahuan mengatakan, bahwa memandu adalah berharga bagi seorang yang mempelajari ilmu pengetahuan. Dan seorang ahli ilmu alam yang terkenal menunjukkan betapa perlunya seorang dokter atau ahli bedah akan memperhatikan tanda-tanda yang kecil sebagaimana yang dilakukan oleh seorang pandu dan mengenal artinya.
Berkemah adalah sesuatu yang menyenangkan dalam hidup seorang Pandu. Hidup dalam alam yang terbuka, mempunyai tenda sendiri, mengadakan penyelidikan sendiri dan survival, itu semua membawa kesehatan dan sebagai tempat tinggal yang tidak di dapat di rumah.

Rihlah juga merupakan salah satu pengalaman yang menyenangkan di mana kita dapat mentadaburi alam luas ini dan pergi ke suatu daerah yang kadang belum terjamah oleh tangan-tangan manusia. Hal ini menambah kekuatan dan keuletan sehingga pandu tidak perlu menghiraukan hujan dan udara panas atau dingin. Pandu menerima semua masalah dengan kesabaran dan senyum karena pada akhirnya kitalah yang menang.

Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. 2:155)

Hidup di luar (Outdoor) harus memahami benar apa yang harus dikerjakan. Pandu harus tahu cara mendirikan tenda atau tempat air untuk diri-sendiri, membuat api, memasak makanan, tali-temali, cara menemukan jalan baik di siang maupun malam hari. Hal itu hampir tidak pernah kita lakukan di rumah atau kota, karena adanya fasilitas yang sudah tersedia. Jika berkemah dilakukan oleh orang yang tidak pernah berkemah maka akan tersadarlah bahwa meraka butuh banyak pertolongan untuk hidup di alam. Bahkan seorang atletpun belum tentu mampu untuk bertahan di alam bebas.

Woodcraft adalah pengetahuan tentang binatang-binatang dan alam. Kemampuan mengikuti jejak-jejak binatang serta mampu mendekati serta dapat melihat keadaan dan kebiasaannya sangat diperlukan bagi seorang pandu.

Kesenangan dalam memburu binatang terletak pada kepandaian mengintainya bukan pada membunuhnya. Ajaran Islam tidak membolehkan untuk membunuh binatang kecuali untuk maksud di makan atau karena binatang itu merugikan. Woodcraft mengandung kecakapan akan membaca artinya, tentang kemana dan bagaimana kondisi binatang tersebut.

Kemampuan woodcraft memungkinkan pandu lebih teliti dalam membaca tentang suatu kejadian atau ciri-ciri seseorang dan bahkan mampu melihat apakah seseorang atau saudara kita membutuhkan pertolongan kita.

Seorang muslim harus menganggap kehormatan mereka sebagai hak mereka dan wajib diperjuangkan. Hal-hal yang licik dan keji dalam setiap peristiwa tidak boleh mereka lakukan. Pandu senantiasa bersedia perang serta terbunuh untuk menjunjung tinggi kalimatullah atau kehormatan mereka (konteks kesyahidan).

Peraturan-peraturan kesatria.

Simpul kesatria harus selalu kompak dalam keadaan bagaimanapun juga dan menjalankan cita-cita tertinggi mereka.

Pandu taat pada Allah, Rasul dan Ulil ‘Amr (pimpinan)
Pandu kasih sayang kepada sesama dan keras terhadap orang-orang kafir
Pandu suka menolong
Pandu rela bekerja untuk kebangkitan umat dimanapun mereka dibutuhkan
Pandu melatih diri mereka mempergunakan senjata untuk melindungi diinnya
Pandu menjaga supaya mereka tetap kuat, sehat serta aktif agar dapat menjalankan hal-hal itu dengan baik.

Seorang pandu harus senantiasa bekerja dengan sebaik-baiknya dan seorang muslim tidak boleh terperosok dalam lubang yang sama dua kali. Aktivitas (amaliah) kebaikan pandu harus dapat dilakukan secara rutin walaupun sedikit karena Allah menyukai orang-orang seperti ini.

Pandu harus mampu mengetahui langkah-langkah penyelamatan terutama ketika terjadi kecelakaan, terhadap korban bencana alam dan korban tenggelam. Semua itu harus dilakukan secara sistematis dan teratur.

Begitulah pandu ditempa…….

MARS KEPANDUAN

Bangkitlah mujahid bangkitlah
Rapatkan barisan rapatkan
Ayunkanlah langkah perjuangan
Mati syahid atau hidup mulia

Siapkan dirimu siapkan
Gentarkan musuhmu gentarkan
Takkan pernah usai pertarungan
Hingga ajalkan menjelang
Enyahkan rasa takut dan gentar
Walau raga ‘kan meregang nyawa 2X
Karena Allah telah janjikan surga

Untukmu mujahid setia

Untukmu mujahid setia

From > Pandukeadilan Balam

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar