DISINILAH PRIBADI KAMI DI TEMPA [ Eko Supardani,S.Pd.I.]



Pringsewunews ::   Tanpa terasa sdh sekitar 13 tahunan lebih saya terlibat aktif di Organisasi ini. Organisasi yang pada awalnya saya tak pernah terfikir bahwa ini awal dari begitu banyak perubahan yang mempengaruhi perjalanan kehidupan.

Tak terbersit didalam fikiran dan berniat, bahwa ini adalah organisasi yang begitu banyak telah memberikan arti positif untuk hidup saya dan keluarga.

Jika mengingat ini, tentu saya akan mengingat betapa Allah begitu mencintai saya dengan mengirim guru ngaji saya itu dengan penuh cinta.

Disini yang tak pernah saya sadari, bahwa pelan-pelan arus perubahan karena pengajian itu membawa saya untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dari waktu ke waktu. Yang pada akhirnya, ternyata saya pahami kalau saya telah menjadi bagian dari sedikit banyak generasi penerus bangsa Indonesia untuk mau berkiprah membangun negeri. Negeri yang bernama Indonesia ini, telah membuat saya harus terus untuk berfikir bagaimana saya bisa bekerja 24jam tanpa henti untuk menjadi bagian sejarah dalam menorehkan tinta perjuangan.

Anis Matta, Presiden Organisasi yang bernama PKS ini, dan semua guru-guru kami, yang biasa kami sebut Ustadz atau Ustadzah yang mengajarkan dan memberi keteladanan bahwa torehan tinta emas berpredikat Pahlawan bukan pada piagam yang diberikan pemerintah, tapi pada banyaknya kerja-kerja nyata kami sebagai bagian generasi penerus cita-cita pahlawan yang telah menorehkan langkah nyatanya berupa Kemerdekaan.

Terima kasih PKS, disini kami menyadari bahwa mencetak pemimpin bukan karena banyaknya massa yang ikut meneriakkan nama kami di podium-podium dengan kerja melompong. Disini kami memahami, pemimpin lahir dari banyaknya karya nyata yang memberi manfaat.

Sungguh cintaku pada Negeri Indonesia, kan kubaktikan dan kudedikasikan melalui karya indah generasi Islam di naungan Organisasi PKS.

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar