>>>> mukhayam oh… mukhayam <<<<<<

Homsi wastobir.Pringsewu :  Ketika dalam suatu halaqah ada ilanat untuk melaksanakan mukhayam ada saja yang langsung merindinng dan ngdrop badannya ketika mendengar kata – kata mukhayam . terlebih lagi dengan beberapa alibi 1. sudah tua 2. habis sakit shg bada lagi tidak fit  3. ada kegiatan di kampung yg gk bisa di tinggalkan. 4. alat mukhayam di pinjam dan belum dikembalikan 5. merasa bukan kewajiban 6.tidak punnya uang  ( padahal bisa di usahakan ) 7. TAKUUUUUUT MUKHAYAM 8.tidak memahami makna mukhayam pada hal jika kita kaji terkait dengan mukhayam adalah sebagai berikut :
Setiap kader adalah Asykar. Apapun profesi yg digelutinya, jiwa asykariyah harus menjadi bagian dari dirinya. Oleh karena itulah dibuatlah manhaj Mukhayyam. Sebagaimana di masa Nubuwwah Rasul SAW. Setiap kader sahabat memiliki profesi masing-masing. Namun, jika panggilan jihad tiba, maka semuanya maju ke medan laga. Tidak boleh tidak. Ini menandakan bahwa kekuatan fisik setiap diri Sahabat Nabi sangat siap untuk berjihad.
Al-Anfaal : 60
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ

Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Mukhayyam memiliki beberapa urgensi yg harus kita fahami :
1. Mukhoyyam adalah bagian dari Tarbiyyah (Pembinaan/Pendidikan)
Tarbiyyah dalam Mukhoyyam merangkum semua unsur tarbiyyah yg diperlukan. Yakni : Ruhiyah, Fikriyah, dan Jasadiyah.

2. Mukhoyyam adalah Wasilah Tadrib (Saranan Latihan) menuju insan pejuang yg tangguh.
Melatih disiplin, kekuatan fisik dan mental, keterampilan, kesiap-siagaan, dan keberanian.

3. Mukhoyyam adalah Rihlah Fii Sabilillah.
Nikmatilah kepergian kita dalam mukhoyyam sebagai agenda rihlah. asyik kan…? ^-^

4. Mukhoyyam adalah sarana untuk meraih cinta Allah SWT.
“Sesungguhnya Allah lebih mencintai Mu’min yg kuat daripada yang lemah.”

5. Mukhoyyam adalah wajib
“Sesuatu yg bernilai wajib jika tidak dapat dipenuhi oleh sesuatu syarat tertentu, maka syarat itu pun menjadi wajib.”
Jumhur ulama memandang bahwa Jihad adalah sebuah kewajiban dalam membela dan menegakkan agama.

6. Mukhoyyam sebagai salah satu sarana persiapan menghadapi musuh Allah.
QS. Al Anfaal : 60
simak : Afghan, Iraq, Palestina, dll.

7. Mukhoyyam adalah sarana untuk memperkuat ukhuwwah islamiyah.
Dengan adanya mukhayyam kita bisa saling mengenal ikhwah yg mgk belum pernah kita temui.

8. Mukhoyyam memperkuat daya responsibilitas dalam dakwah.
Siap siaga, sigap, tanggap, gerak cepat, responsif, dll.

Memang pergi mukhayyam, bersusah-payah, kemah banyak nyamuk, belum lagi hujan, basah kuyup….
tetapi waspada firman Allah yg ini …

At-Taubah:049

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah [645]. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.

[645]. Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.

Na’udzubillahi min-dzalik.

Al-Baqarah:216

كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُواْ شَيْئاً وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّواْ شَيْئاً وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.

Namun jangan dikira manhaj mukhayyam hanya untuk daerah perang. Untuk menopang dakwah yg membutuhkan energi besar, maka kita juga butuh mukhayyam. Kita tidak sedang berperang “tempur” senjata, namun gerakan dakwah ini sedang bersaing dengan ideologi lain. Nah, tenaga dan upaya serta kedisplinan kita bisa di asah dengan cara melengkapi tarbiyah kita dengan Mukhayyam.

Wallahu ‘alam.

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar