Infrastruktur Desa Perlu Dapat Prioritas

Jakarta (28/12)Terkait dengan sisa anggaran 2011, Ecky Awal Mucharam, anggota Badan Anggaran DPR RI, meminta agar infrastruktur desa mendapat prioritas alokasi dana tersebut. Ecky mengatakan satu rupiah yang dibelanjakan di desa multiplier effect-nya akan lebih besar ketimbang dibelanjakan di kota. Selain itu wilayah pedesaan juga adalah basis sektor pertanian yang perlu banyak dukungan.

“Infrastruktur itu tidak harus proyek besar dan berbiaya mahal, yang paling penting adalah tepat guna. Contohnya adalah irigasi pertanian, pembangkit listrik mikro hidro di pedesaan, jalan desa dll”, kata Ecky.

Menurut legislator PKS tersebut tingkat elektrifikasi daerah luar Jawa terutama wilayah pedesaannya masih rendah, sementara untuk membangun infrastruktur listrik yang konvensional terlalu mahal. Terlalu lama kalau menunggu PLN. Pembangkit listrik mikro hidro lebih tepat untuk daerah yang penduduknya menyebar dan tidak terlalu banyak.

Ecky juga menganggap penting irigasi pertanian karena dukungan terhadap sektor pertanian dalam APBN masih kurang. Padahal sekitar 40 persen tenaga kerja berada di sektor pertanian, sementara kontribusi sektor pertanian terhadap PDB hanya sekitar 15 persen.

“15 persen PDB dibagi untuk 40 persen tenaga kerja, maka jangan heran kalau kelompok yang paling miskin di Indonesia itu petani. Subsidi pupuk dan benih di APBN hanya sekitar 19 triliun, tidak ada apa-apanya dibanding subsidi energi yang lebih dari 200 triliun. Padahal penikmat terbesar subsidi energi adalah masyarakat kota. Masyarakat desa dan sektor pertanian harus mendapat prioritas”, kata Ecky.

Proyek infrastruktur kecil namun tepat guna di pedesaan juga cocok dengan karakteristik anggaran. Sisa anggaran 2011 baru akan masuk dalam APBN Perubahan 2012 nanti, karena itu proyek infrastruktur yang mendapat prioritas dari dana tersebut juga sebaiknya yang pembangunannya tidak butuh waktu lama agar penyerapan anggaran 2012 optimal.

 

About the author

More posts by admin

 

0 Komentar

Kamu dapat menjadi yang pertama yang meninggalkan komentar.

Tinggalkan sebuah komentar